Di Seluma, BPOM Temukan Antibiotik yang Diduga Palsu

Juni 28, 2018
Kesehatan 0   33 views 0
ilustrasi antibiotik

Ilustrasi (Sumber: HelloSehat.com)

PROGRES.ID, SELUMA – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu menemukan antibiotik yang beredar di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu yang diduga palsu. Jenis antibiotik itu yakni Biosat 1.5 dan antitetanus serum (equine) 1.500 IU.

Kepala BPOM Bengkulu, Arnold Sianipar mengungkapkan bahwa penemuan itu setelah BPOM melakukan inspeksi mendadak (sidak) setelah beredar pemberitaan temuan vaksin palsu di Jakarta.

Dikutip dari Okezone.com, antibiotik masih akan diteliti lebih lanjut secara primer dan sekunder. Disebutkan, dalam kemasan kotak berukuran kecil terdapat 10 ampoules. Ia mengatakan antibiotik itu ditemukan di dua lokasi berbeda dan BPOM sudahmenyita sekitar 45 ampoules.

”Dalam satu kotak berisi 10 ampoules. Semuanya sudah kami sita dan diamankan di Balai POM. Kalau vaksin palsu kami belum temukan,” kata Arnold, Selasa (28/6/2016).

Dikatakan Arnold, penjual mengaku baru sekitar 10 hari menjual antibiotik itu di kawasan Seluma. Antibiotik tersebut dibeli dari provinsi tetangga Bengkulu. Harganya dibeli Rp 85 Ribu per ampoules, kemudian penjual menjualnya ke konsumen dengan harga Rp 120 hingga Rp 140 Ribu per ampoules.

Biasanya, lanjut Arnold, per ampoules dijual dengan harga Rp 158 Ribu. “Kemasannya sangat mirip sekali dengan yang asli, meski begitu kami tetap harus melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya,” imbuh Arnold

BPOM Bengkulu, lanjut Arnold, akan mengirim sampel antibiotik itu ke BPOM Jakarta untuk diteliti lebih jauh.

“Hari ini langsung kita kirim ke Jakarta guna diteliti lebih lanjut,” sambungnya.

Arnold menjelaskan bahwa antibiotik itu tak dijual secara bebas, namun dikhususkan untuk konsumen dokter praktik, klinik atau rumah sakit.

Antibiotik jenis tersebut biasanya berguna untuk mengobati luka bekas kecelakaaan, tetanus atau bekas karatan besi.

”Kami minta masyarakat jangan panik dulu dengan temuan ini, karena efeknya kita juga belum tahu pasti, kita tunggu saja hasil uji lab di Jakarta,” tandasnya.(pid)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *